Lembaga Mitra dari Berbagai Negara Sambangi Kalurahan Giriasih untuk Meninjau Langsung Inovasi Smart Irigasi Kabut yang Dikembangkan oleh Kelompok Tani Ngudi Mulya
Pada tanggal 26 Januari 2023, Peserta Community-Led Innovation Partnership (CLIP)1 Annual Workshop berkunjung di Kalurahan Giriasih, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul dengan meninjau langsung ke lahan garapan yang telah terpasang Inovasi Smart Irigasi Kabut2 yang berada di Padukuhan Ngoro-oro.
Kegiatan yang berlangsung diikuti kurang lebih 90 orang partisipasi yang terdiri dari Kelompok Tani Ngudi Mulya, Kapanewon Purwosari, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Purwosari, Dinas Pertanian Gunungkidul, Kalurahan Giriasih, serta perwakilan dari lembaga-lembaga mitra yang berasal dari berbagai negara yang berbeda dengan semangat dan antusias dalam mengikuti acara yang telah diselenggarakan.
Lembaga yang turut berpartisipasi dalam [presentasi mengenai] Smart Irigasi Kabut di antaranya yaitu YEU (YAKKUM Emergency Unit) dari Indonesia, Elrha dari Inggris, ADRRN dari Jepang, CDP dari Filipina, ASECSA dari Guatemala, SEEDS dari India serta Start Network.

Bapak Lurah Giriasih, Suwitono, menjelaskan bahwa Pemerintah Kalurahan mendukung penuh terhadap pengembangan Inovasi Smart Irigasi Kabut yang telah dirintis dan dikembangkan oleh Kelompok Tani Ngudi Mulya. Karena dengan adanya inovasi Smart Irigasi Kabut tersebut dapat mempermudah akses petani khususnya bagi petani lansia dan penyandang disabilitas yang awalnya kesulitan dalam bertani kini dapat menikmati perkembangan teknologi dibidang pertanian. Dengan harapan lain juga, dapat memikat kaum milenial untuk terjun ke dunia pertanian dengan memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang seperti ini.
Selain mempermudah akses dalam pertanian, Pemerintah Kalurahan Giriasih juga berharap bahwa Inovasi Smart Irigasi Kabut ini juga dapat membantu ketahanan pangan karena semakin mahalnya harga kebutuhan pokok. Selain itu, Pemerintah Kalurahan Giriasih juga berharap pertanian harus berkembang sebagaimana mestinya mengikuti perkembangan zaman yang sudah serba canggih dan berbasis teknologi. Dengan begitu, minat dan bakat anak muda atau kaum milenial akan dapat tersalurkan dengan baik.

Baca juga ulasan lain untuk kegiatan ini:
YEU Jadi Tuan Rumah Mitra-mitra Internasional dalam CLIP Annual Workshop 2023
Pembelajaran Lintas Negara untuk Penajaman Inovasi Lokal
Ditulis oleh: Sunarti, Riski Purnamawati, dan Dwi Wahyudi3
Disunting oleh: Lorenzo Fellycyano
1 Community-Led Innovation Partnership (CLIP) atau Kemitraan untuk Inovasi Berbasis Komunitas mendukung munculnya solusi-solusi yang kembangkan secara lokal untuk masalah-masalah kemanusiaan di Republik Demokratik Kongo (ditangguhkan), Guatemala, Indonesia, dan Filipina. YAKKUM Emergency Unit (YEU) menjalankan program IDEAKSI (akronim dari Ide, Inovasi, Aksi, dan Inklusi) sebagai proyek CLIP di Indonesia. Sebagai bagian dari kemitraan tersebut, IDEAKSI berusaha mencari solusi-solusi inovatif dan inklusif untuk penanggulangan bencana bagi kelompok paling rentan, termasuk difabel dan lansia.
Melalui dukungan dari Elrha, Start Network, the Asia Disaster Reduction and Response Network (ADRRN) Tokyo Innovation Hub, dan pendanaan dari the UK Foreign, Commonwealth, and Development Office (FCDO), YEU dapat mengadakan IDEAKSI sebagai proyek CLIP di Indonesia.
2 Irigasi kabut cerdas (smart) adalah suatu inovasi pertanian yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Ngudi Mulya, salah satu tim inovator IDEAKSI. Sistem ini mengairi lahan anggota kelompok dengan penghematan air hingga 60% di konteks lokalnya yang kesulitan air di Gunungkidul, Yogyakarta. Aspek ‘cerdas’ dari sistem ini membuat aktivitas pengairan menjadi suatu hal mudah melalui penjadwalan penyemprotan otomatis melalui aplikasi ponsel, tanpa harus hadir secara fisik di ladang.
3 Ketiganya adalah generasi muda di desa setempat yang diharapkan meneruskan pengelolaan inovasi Ngudi Mulya dari tim inovator dan juga pernah mengikuti Pelatihan Jurnalisme Komunitas untuk IDEAKSI.