YAKKUM Emergency Unit (YEU) dengan dukungan pendanaan dari mitra Arbeiterwohlfahrt Internasional (AWO International) bekerja sama dengan pemerintah desa dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cianjur untuk memberikan layanan pembuatan kartu identitas bagi masyarakat, terutama kelompok lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil. Kegiatan ini berlangsung di lima desa di Kecamatan Cugenang dan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Nia Novi Hertini, Kepala Desa Ciputri, mengapresiasi kegiatan ini. Beliau menekankan pentingnya kepemilikan kartu identitas bagi warga negara dan berterima kasih kepada YEU atas dukungannya dalam pembuatan atau pembaharuan KTP, KK, dan KIA, terutama bagi masyarakat desa Ciputri yang termasuk kelompok lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil. Kepala Desa Ciputri juga mengingatkan pentingnya menjaga dan menggunakan kartu identitas dengan hati-hati. Beliau juga menginformasikan bahwa KTP yang belum berbasis elektronik akan direkam ulang untuk diubah menjadi kartu elektronik.
Yudi Nugraha, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cianjur, juga hadir dalam kegiatan pembuatan kartu identitas di Desa Ciputri.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa. Warga datang dengan antusias untuk membuat kartu identitas di desa tanpa harus pergi jauh ke kota Cianjur. Mereka menyadari pentingnya kepemilikan kartu identitas untuk mendapatkan bantuan, melakukan perjalanan, dan berobat.

Di akhir kegiatan, salah satu masyarakat yang menjadi relawan mengungkapkan apresiasi dan harapannya. Beliau berterima kasih atas kesempatan untuk membantu masyarakat, terutama kelompok lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil, agar mereka mendapatkan KTP dan KK. Beliau berharap bahwa kegiatan serupa dapat dilakukan di desa-desa lainnya untuk masyarakat umum yang membutuhkan KTP atau KK.



Selama bulan Agustus YEU dengan Disdukcapil telah berhasil untuk mendampingi dan melaksanakan program ini di lima desa dampingan YEU di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa setiap warga memiliki akses ke kartu identitas yang merupakan hak dasar setiap warga negara. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompok yang lebih rentan akibat bencana.
Diharapkan kegiatan ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu mereka dalam mengakses layanan bantuan dari pemerintahan lewat kartu identitas yang didapatkan.