Ibu Yustriani (68 tahun) warga Desa Ngatabaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tenggara, mengaku merasa senang karena kelompok senam Poco-Poco yang biasa diikutinya bertemu kembali setelah lebih satu bulan tidak beraktivitas. Kelompok senam ini terhenti sejak gempa 7,5 SR mengguncang Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
Akibat gempa tersebut, sebanyak 120 dari 351 rumah warga di Desa Ngatabaru rusak, sehingga warga terpaksa tinggal di tenda pengungsian ataupun mendirikan tenda di lahan sendiri. Ibu Yustriani tinggal di tenda yang didirikan di pekarangannya. “Saya takut tidur di dalam (rumah),” kata bu Yustriani.
Seiring berjalannya waktu, ibu Yustriani mengatasi perasaan takutnya. “Saya sudah lima hari ini tidur di dalam rumah lagi.” Ketika ditanya apa yang akan dilakukan jika ada gempa susulan, “Saya akan lari ke luar rumah!”, jawabnya sambil tertawa.
Suami ibu Yustriani meninggal tahun lalu. Sekarang ibu Yustriani tinggal bersama empat dari lima belas cucunya. Keterikatannya dengan desa Ngatabaru sangat kuat. Ibu Yustriani telah tinggal selama 35 tahun di desa Ngatabaru. Ia juga membantu proses persalinan di masyarakat. Suaminya pernah menjabat kepala desa selama delapan tahun.
“Susah hidup di desa begini. Apa yang kita dapat pas siang, ya itu juga yang kita makan pas sore atau malam,” kata ibu Yustriani.
Untuk membantu kondisi perekonomian keluarga, ibu Yustriani mengumpulkan botol plastik, dan menjualnya senilai Rp. 55.000 (USD 3,75) per karung ukuran 20 kg. Pasca gempa yang melanda daerah Sigi dan sekitarnya ibu Yustriani menerima bantuan berupa tenda, selimut, makanan, sabun, dan pakaian.
YAKKUM Emergency Unit (YEU) sebagai anggota ACT menyediakan pelayanan kesehatan keliling dan bantuan nutrisi di Desa Ngatabaru sebagai wujud dukungan penuh ACT Forum Indonesia untuk respons gempa bumi.
“Saya ini sudah tua dan saya perlu merawat diri sendiri,” kata bu Yustriani. Kelompok senam membantu ibu Yustriani untuk merawat diri.
Kelompok senam tersebut secara rutin berkumpul dan berlatih. Bahkan mereka ikut lomba di Palu dan memenangkan seragam untuk anggota kelompok yang bertuliskan “Sehat itu Hebat”. Senam bersama ini ditutup dengan penyuluhan dari staff YEU tentang pentingnya nutrisi sembari peserta senam menyantap makanan ringan bersama. Saat pelayanan kesehatan dibuka, Ibu Yustriani bisa berkonsultasi dengan dokter dan staf kesehatan, menerima pemeriksaan, dan dukungan kesehatan lainnya.
‘Saya senam biar sehat, senang bisa keringetan lagi,’ kata ibu Yustriani.
Story from Central Sulawesi response: https://actalliance.org/act-news/its-good-to-sweat-again/
credit to: Simon Chambers/ACT Alliance