Sejak Coronavirus (COVID-19) ditetapkan menjadi pandemi oleh World Health Organisation pada 11 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) no. 7 tahun 2020 terkait Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang ditetapkan pada 13 Maret 2020, dengan Pelaksana Gugus Tugas oleh Kepala BNPB.
Kepala BNPB selaku Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, menyatakan Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Coronavirus di Indonesia hingga 29 Mei 2020. Dengan ditetapkannya COVID-19 sebagai bencana nonalam, maka penanganannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, termasuk peran pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan pemuka agama, dalam rangka edukasi dan kampanye publik.
Himbauan secara umum diberikan kepada masyarakat umum, institusi, termasuk institusi kesehatan dan keagamaan, guna membangun kapasitas yang cukup dalam menanggulangi COVID-19 dan memungkinkan proses mitigasi COVID-19 sedini mungkin di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga dihimbau oleh pemerintah untuk turut menyebarkan kampanye positif terkait mitigasi COVID-19, seperti pelaksanaan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari, menghindari pertemuan massal dan menjaga jarak antar manusia, untuk mengendalikan transmisi lokal.
Hingga 21 Maret 2020, di Indonesia sendiri tercatat 38 jiwa meninggal akibat COVID-19, dan 450 dinyatakan positif dalam perawatan. Sebanyak 20 orang juga sudah dinyatakan sembuh. Di ranah nasional, sebanyak 25 provinsi telah menetapkan Satuan Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19, dan 11 provinsi telah menentukan Siaga Darurat[1].
KEBUTUHAN MENDESAK
Hingga tanggal 21 Maret 2020, masyarakat terdampak yang telah dikonfirmasi kasus positif COVID-19 maupun pasien yang meninggal karena COVID-19, tersebar di 17 provinsi; DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Bali, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Lampung dan Riau[2]. Berdasarkan area sebaran ini, maka dirasa perlu untuk segera menginisiasi tindakan pencegahan dini di masyarakat melalui edukasi dan kampanye publik yang lebih aksesibel dan inklusif menjangkau semua kalangan masyarakat tanpa menimbulkan stigma dan misinformasi.
Selain itu, pesan juga ditekankan kepada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terjangkit COVID-19, seperti kelompok lanjut usia, pasien dengan riwayat penyakit jantung, diabetes, pernapasan kronis, darah tinggi dan penyakit kritis lainnya. Selain itu petugas kesehatan yang turut memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan kamar tempat perawatan COVID-19 juga termasuk ke dalam kelompok rentan tertular[3].
YAKKUM (Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum) melalui unit-unit ekstramural-nya, seperti YEU, PRY dan CD Bethesda YAKKUM, telah digerakkan untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan rumah sakit YAKKUM, seperti RS Bethesda, dalam penanggulangan COVID-19 di Yogyakarta. Termasuk memetakan kebutuhan mendesak baik di institusi kesehatan, kelompok masyarakat, dan gereja.
Sejak ditetapkan sebagai pandemi pada 11 Maret 2020, rumah sakit YAKKUM telah mengembangkan kapasitas layanan medis dengan mempersiapkan sistem dan ruang isolasi, serta memperketat protokol kesehatan bagi karyawan dan pengunjung. Namun dengan seiring bertambahnya pasien dengan potensi COVID-19 yang datang, rumah sakit perlu diperlengkapi dengan prasarana medis yang memadai sesuai standar serta tambahan tenaga pendukung kesehatan (medis dan non-medis).
Berdasarkan kajian-kajian di atas, tim telah memetakan kebutuhan mendesak sebagai berikut:
| No | Lingkup | Kebutuhan Mendesak |
| 1 | Rumah Sakit | Material:Ruangan isolasi.Paket alat perlindungan diri (APD) standar petugas kesehatan (medis dan non-medis).Perlengkapan medis; thermometer, stetoskop, oksimetri, monitor EKG, dan ventilator.Obat.SDM:Relawan medis yang merawat Orang Dalam Pemantauan (OPD), Pasien dalam Pemantauan (PDP) dan pasien positif.Relawan non-medis untuk dukungan sistem pelayanan kesehatan rumah sakit (keamanan, kebersihan). Perlindungan:Memastikan perlindungan kepada petugas kesehatan (medis dan non-medis) selama menjalankan tugasnya, yang meliputi waktu kerja, asupan gizi, dan bentuk kompensasi.Pelatihan kepada relawan di rumah sakit dan induksi SOP kesehatan. |
| 2 | Masyarakat di daerah yang sudah dinyatakan Siaga Darurat | Peningkatan kapasitas:Pelatihan kesiapan dan pemeriksaan dini (screening) COVID-19.Disinfeksi secara mandiri di lingkungan. Edukasi dan kampanye publik:Pembuatan dan sosialisasi paket informasi yang aksesibel dan inklusif, meliputi tema protokol kesehatan, alur penanganan dan rujukan COVID-19, cara membuat disinfektan dan hand sanitizer, serta berkegiatan dengan sehat selama karantina mandiri.Penyampaian pesan/tagline yang tidak menimbulkan stigma dan misinformasi.Monitoring pelaksanaan social distancing, terutama di ruang publik. |
| 3 | Gereja | Peningkatan kapasitas:Pelatihan kesiapan dan pemeriksaan dini (screening) COVID-19.Disinfeksi secara mandiri di gereja.Edukasi dan kampanye kepada jemaat:Pelaksanaan social distancing dalam praktik keagamaan.Penyampaian paket informasi penanggulangan COVID-19. |
| 4 | Logistik | Secara umum ditemui kelangkaan di rantai suplai paket APD. |
RESPONS YAKKUM
Sejak ditetapkan sebagai pandemi pada 11 Maret 2020, YAKKUM, dalam hal ini unit-unit ekstramural (YEU, PRY dan CD Bethesda YAKKUM) dan rumah sakit YAKKUM telah melakukan inisiatif yang menyasar tiga pendekatan; kesiapan berbasis rumah sakit, kesiapan berbasis komunitas dan kesiapan berbasis institusi (termasuk gereja dan lembaga mitra).
Tiap unit YAKKUM juga telah mengedarkan surat himbauan kepada internal staf, dampingan dan mitra terkait tindakan-tindakan pencegahan primer yang bisa dilakukan.
| No | Sektor Intervensi | Kegiatan |
| 1 | Proteksi | Pengembangan prosedur mitigasi COVID-19 lintas unit.Skenario staf bekerja di rumah dan bekerja dengan pembagian waktu (shift).Pelatihan Kesiapan dan Pengecekan Dini (Screening) COVID-19 kepada peserta terbatas sebanyak 20 (11 perempuan, 9 laki-laki) dengan social distancing (duduk berjarak min. 1 meter). Kegiatan ini ditayangkan secara live streaming di FB untuk memastikan lebih banyak orang terjangkau. |
| 2 | Kesehatan | Pendanaan untuk pembelian ventilator untuk rumah sakit YAKKUM.Pembelian paket APD bagi petugas kesehatan (medis dan non medis) |
| 3 | WASH | Pembuatan sabun tangan yang ditayangkan secara langsung di portal FB YEU.Praktik pembuatan hand sanitizer secara mandiri oleh staf.Pembuatan disinfektan secara mandiri oleh staf dan mitra, dan diaplikasikan di lingkungan kerja masing-masing.Pembuatan dan penambahan fasilitas cuci tangan di kantor pusat dan kantor area, terutama sebelum memasuki ruangan.Distribusi 10 paket disinfektan kepada mitra gereja. |
| 4 | Informasi dan Komunikasi | Pengembangan materi KIE (Komunikasi Information Edukasi) beupa paket informasi yang aksesibel dan inklusif, meliputi tema protokol kesehatan, alur penanganan dan rujukan COVID-19, cara membuat disinfektan dan hand sanitizer, serta berkegiatan dengan sehat selama karantina mandiri.Pelatihan dan praktik hidup sehat melalui live streaming di portal FB. |
| 5 | Logistik | Dikarenakan kelangkaan, tim logistik melakukan pendataan vendor untuk pemenuhan barang logistik untuk standar APD, paket disinfektan dan perlengkapan rumah sakit lainnya. |
RENCANA AKSI
| No | Sektor Intervensi | Rencana Kegiatan |
| 1 | Kesehatan | Dalam hal eskalasi dan tindakan pencegahan di rumah sakit, akan mempersiapkan tambahan ruang isolasi.Pengadaan APD bagi petugas kesehatan.Pengadaan perlengkapan medis dan obat.Pemberian paket perlindungan (pengurangan waktu kerja, asupan gizi dan bentuk kompensasi) bagi petugas dan relawan kesehatan. |
| 2 | WASH | Distribusi paket disinfektan kepada mitra dan dampingan.Pelatihan dan penyampaian praktik hidup bersih dan sehat secara virtual. |
| 3 | Informasi dan Komunikasi | Mengaktifkan unit pendidikan YAKKUM dalam analisa dan pengumpulan data, terutama memastikan data terkait kelompok lansia, penyandang disabilitas dan kelompok dengan risiko tinggi lainnya.Melanjutkan pembuatan paket informasi dan diseminasi. |
| 4 | Logistik | Melanjutkan proses pengadaan. |
| 5 | SDM | Perekruitan relawan kesehatan (medis dan non-medis). |
Penggalangan dana masih tetap dilakukan bersama antar unit bekerja sama dengan Pelkesi (Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia).
ADVOKASI
Saat ini, YAKKUM bersama dengan Forum PRB DIY mendorong rekomendasi-rekomendasi OMS kepada Pemerintah Provinsi DIY terkait:
- pengelolaan anggaran bagi jaminan sosial masyarakat terdampak COVID-19
- penguatan koordinasi dan sinergi pemerintah daerah dan unsur masyarakat, termasuk di dalamnya OMS, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, media, dunia usaha dan para pihak lainnya
- dorongan kepada OMS dan lembaga keagamaan untuk mengoptimalkan potensi kolektif dengan perspektif mitigasi COVID-19, seperti social distancing
- partisipasi aktif dunia usaha dalam kepedulian penanggulangan COVID-10
- partisipasi OMS dalam skema monitoring pengelolaan program jaring pengaman sosial yang akuntabel
KOORDINASI DAN JEJARING
YAKKUM, melalui YEU terlibat dalam diskusi dan koordinasi secara virtual yang diadakan oleh klaster dan subklaster nasional. Selain itu juga terlibat dalam kolaborasi dengan Pelkesi dalam penggalangan dana dan dukungan kepada rumah sakit.
Kontak
Anastasia Maylinda (telp.: +62 812-1560-898 , email: maylinda_yeu@yahoo.com)
Rekening Donasi:
Bank Mandiri KCP Yogyakarta Adisucipto
atas nama YAKKUM Emergency Unit
No. Rekening 137-000-524815-4
Swift Code BMRIIDJA
[1] Sumber: https://bnpb.go.id/berita/sebanyak-25-provinsi-bentuk-gugus-tugas-penanganan-covid19
[2] Sumber: https://www.covid19.go.id/situasi-virus-corona/
[3] Sumber: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-51541313