Nurainun, penjual kue berusia 34 tahun asal Loli Tasiburi, Donggala, Sulawesi Tengah. Ia adalah salah satu penerima manfaat Market for the Poor, sebuah program yang dijalankan melalui pemberian modal kepada kepada masyarakat rentan. Hasil yang diharapkan melalui program ini adalah agar semua pihak yang terkena dampak gempa dan tsunami 2018 serta COVID-19 dapat meningkatkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan mereka.

Nurainun memutuskan untuk menjadi penjual kue setelah mengetahui tentang pendaftaran bantuan modal usaha dari aparat desa. Meskipun belum pernah membuat kue, dia ingin mencoba dan memutuskan untuk berlatih membuat kue ke rumah bibinya. Dia menceritakan bagaimana dia terus-menerus gagal, “ini sulit pada awalnya”. Butuh beberapa kali gagal sebelum dia bisa menjual kuenya. Bantuan modal usaha yang diterima ia gunakan untuk membeli mixer, kompor, dan perlengkapan membuat kue. Dari keuntungan penjualan, sekarang dia bisa membeli mixer kedua. Dia juga bisa membeli beberapa atap untuk rumah yang sedang dia bangun.
Ia berharap kedepannya bisa membuka toko kue sendiri dan mempekerjakan pegawai dan akan ada re-seller. “Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterima. Saya sangat bersyukur kepada Allah atas bantuan ini karena mendorong saya untuk mendapatkan penghasilan dari rumah sambil merawat anak-anak, serunya gembira.
Pengalamannya menginspirasi untuk terus belajar hal-hal baru. Seperti kata pepatah “dimana ada kemauan disitu ada jalan”.