Cerita

Temui Sang Pemimpin Lokal Terpilih!

14 November 2022

Namanya adalah Doddy Kurniawan Kaliri dari DIFAGANA DIY. DIFAGANA (Difabel Tanggap Bencana) DIY adalah suatu inisiatif kesiapsiagaan bencana dari komunitas difabel di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai pemimpin DIFAGANA di wilayahnya, Doddy juga memimpin suatu kemitraan inovasi bersama YAKKUM Emergency Unit (YEU). DIFAGANA DIY saat ini adalah salah satu tim inovator dalam program Community-led Innovation Partnership (CLIP).

Sebagai seorang aktivis sosial, Doddy berkarya di DIFAGANA DIY untuk mengarusutamakan isu-isu terkait difabel dan mengadvokasi inklusi sosial, khususnya saat terjadinya bencana. Dalam keterlibatannya di DIFAGANA DIY, beliau menjadi sukarelawan di kejadian-kejadian bencana besar, seperti gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah pada 2018. Bersama dengan sejawatnya, beliau mengumpulkan data korban bencana, berbagi dengan masyarakat tentang inklusi sosial bagi difabel, dan memberi dukungan sosial melalui pendekatan peer-to-peer untuk korban bencana yang difabel. Saat pandemi Covid-19, beliau juga memimpin gerakan vaksinasi untuk ratusan difabel.

Sebagai sukarelawan siaga bencana, Doddy dapat membantu dengan banyak cara kendati ia sendiri seorang difabel. Berkat banyak pelatihan yang diadakan untuk para anggota DIFAGANA sepertinya, beliau dapat berkontribusi penuh dalam usaha penanggulangan bencana. Beliau telah memperoleh keahlian-keahlian seperti manajemen logistik dan barak, ataupun layanan dukungan psikososial. Aktivitas-aktivitas pelatihan seperti itu juga memberdayakan banyak anggota kelompoknya untuk memacu partisipasi difabel dalam penanggulangan bencana.

Dalam kurun dua tahun terakhir, Doddy telah memimpin tim inovator yang mewakili DIFAGANA DIY untuk program  CLIP yang sebelumnya disinggung. Keterlibatannya di program ini sebagai salah satu inovator lokal dimulai ketika YEU mengajak organisasi-organisasi lokal untuk menyampaikan gagasan-gagasannya dalam suatu program yang bertujuan mencari solusi pengurangan risiko bencana yang inklusif. Program CLIP ini bernama IDEAKSI—kependekan dari “Ide Inovasi Aksi Inklusi.”

Sebagai ketua tim, Doddy berusaha mempersiapkan para difabel dan mereka yang memberikan bantuan pada lansia untuk keadaan-keadaan darurat. Timnya memunculkan ide inovatif untuk kesiapsiagaan bencana yang inklusif melalui pengembangan aplikasi ponsel bernama DIFGANDES (DIFAGANA Disaster Emergency Support). Aplikasi tersebut menyediakan informasi terkait aktivitas vulkanik di Yogyakarta serta jalur-jalur evakuasi, sekaligus menyediakan bahan-bahan informasi, edukasi, dan komunikasi yang aksesibel untuk difabel dan lansia.

DIFGANDES, yang saat ini telah diperbarui menjadi versi 2.0, menjawab kebutuhan difabel akan informasi kebencanaan, dalam hal ini khususnya bagi difabel tuli dan buta. Pada dasarnya, siapapun dapat dengan mudah mengoperasikan aplikasi tersebut oleh karena desain yang aksesibel pada antarmuka (user interface) dan rancang bangunnya. Doddy dan timnya ingin memastikan bahwa aplikasi tersebut inklusif, adaptif, partisipatif, dan aksesibel.

Doddy jelas bersuara lantang dalam mengadvokasi perluasan partisipasi untuk difabel di wilayahnya. Menyadari kontribusinya yang luas dalam respons dan kesiapsiagaan bencana di konteks lokalnya di Yogyakarta dan Indonesia, Jaringan Pengurangan dan Respons Bencana di Asia (the Asian Disaster Reduction and Response Network—ADRRN) hendak memberikan pengakuan lebih lanjut akan hal ini.

Doddy memperoleh penghargaan sebagai Local Champion (pemimpin lokal) di Forum Pemimpin Lokal Asia untuk Ketangguhan Bencana (the Asian Local Leaders Forum for Disaster Resilience—ALL4DR). Forum tersebut adalah salah satu acara dalam rangkaian Konferensi Tingkat Menteri Asia-Pasifik untuk Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2022 (Asia-Pacific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction—APMCDRR) di Brisbane, Australia, pada hari Selasa, 20 September 2022. ALL4DR diadakan untuk memberi pengakuan, menghubungkan, dan meningkatkan kemampuan kepemimpinan lokal, khususnya dalam bidang penanggulangan bencana.

Penghargaan yang diterima Doddy disampaikan oleh Vasiti Soko, Direktur Kantor Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Office—NDMO) Fiji. Dalam pidatonya di kesempatan tersebut, Doddy mengungkapkan harapannya akan meningkatnya keikutsertaan difabel dalam usaha-usaha kesiapsiagaan bencana. Sudut pandang dan keterlibatan mereka akan menguntungkan semua pihak, tak terbatas pada difabel. Khususnya dalam penanggulangan bencana, no one is left behind atau “tidak ada seorangpun yang tertinggal” adalah impian Doddy, tapi juga impian kita bersama.

Selamat kepada Pak Doddy dan para inovator lokal dalam penanggulangan bencana inklusif di program Community-led Innovation Partnership atas prestasi ini!

Ditulis oleh: Lorenzo Fellycyano

Berita Terkait

Baca Juga Kisah Serupa

Program SEHATI (Strengthening Inclusion in Humanitarian Action Through Cluster Mechanism/Penguatan ...

Kini, ia tidak lagi ragu menyuarakan pendapat ... Ia merasa ...

Tapanuli Tengah masih tahap pemulihan ketika Andi Joko Prasetyo pertama ...

Dari Program hingga Event, Semua Tercatat

Publikasi YEU menghadirkan informasi lengkap tentang perjalanan, capaian, dan kegiatan yang memperkuat ketangguhan masyarakat.