Berita

Pertemuan ACT Alliance Asia – Pacific Gender Community of Practice (CoP)

21 Oktober 2022

Pada tanggal 27 – 29 September 2022 di Bali, Action by Churches Together (ACT) Alliance menyelenggarakan gender community of practice (CoP) untuk wilayah Asia – Pasifik. Pertemuan ini terselenggara di pekan yang sama dengan pertemuan regional anggota ACT Alliance di wilayah yang sama.

Pertemuan gender CoP yang dihadiri oleh 31 peserta perwakilan dari lembaga anggota ACT Alliance di wilayah Asia – Pasifik ini antara lain bertujuan untuk memperkuat kapasitas gender CoP dan lembaga anggota aliansi, memperkuat koordinasi antar anggota dan arah strategis gender CoP, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan program yang berkaitan maupun di luar program gender ACT (proyek strategis, kebijakan, advokasi), membuat kerja terkait keadilan gender menjadi kontekstual termasuk bagaimana bekerja bersama teolog, dan menyatukan sekelompok teolog, bekerja untuk membumikan karya keadilan gender dalam perspektif iman yang dikontekstualisasikan.

ACT Alliance Asia-Pacific Gender CoP ini sendiri dibentuk bagi staf anggota ACT di wilayah tersebut, yang setuju untuk bekerja sama untuk mendapatkan pengetahuan, berbagi pembelajaran, praktik terbaik dan mengembangkan kompetensi yang terkait dengan bidang pekerjaannya – baik di tingkat global maupun regional. ACT mengakui bahwa pengetahuan dan pembelajaran merupakan aset utama aliansi dan berupaya menyediakan cara bagi anggota untuk bekerja sama sebagai organisasi pembelajar, maka ACT CoPs termasuk gender CoP dibentuk untuk memelihara proses ini.

Sebagai lembaga pelaksana proyek strategis keadilan gender di tahun 2020 lalu, YEU bersama anggota ACT Indonesia Forum yang hadir di dalam pertemuan ini yaitu CWS Indonesia dan CDRM&CDS (Center for Disaster Risk Management and Community Development Studies) berkesempatan berbagi pengalaman pembelajaran dari implementasi proyek strategis tersebut. YEU berbagi pembelajaran tentang praktik pengelolaan dana ketangguhan komunitas oleh kelompok perempuan di kota Yogyakarta dan bagaimana membangun mekanisme rujukan untuk penanganan kasus kekerasan berbasis gender, CWS berbagi pembelajaran tentang upaya membangun keadilan ekonomi bagi perempuan di daerah pedesaan di Nusa Tenggara Timur, dan CDRM&CDS berbagi pembelajaran dalam bekerja bersama gereja untuk mewujudkan keadilan gender melalui membaca Alkitab dengan kacamata baru (baca: perspektif keadilan gender).

Setelah berdiskusi mengenai berbagai isu terkait keadilan gender di konteks masing-masing komunitas, Asia – Pacific Gender CoP ini kemudian merumuskan tiga isu yang menjadi fokus prioritas kerja CoP untuk tahun mendatang, yaitu: kekerasan berbasis gender, kepemimpinan perempuan, dan ketidakadilan ekonomi bagi perempuan. Ketiga isu ini kemudian dipresentasikan dalam sesi bersama peserta pertemuan forum regional.

Keterangan: Sesi pertemuan bersama antara peserta gender CoP dengan peserta regional forum meeting.
Berita Terkait

Baca Juga Kisah Serupa

Tujuan dan Agenda Proyek SEHATI (Strengthening Inclusion in Humanitarian Action ...

Dalam situasi kebencanaan, risiko kekerasan berbasis gender (KBG) dan pelanggaran ...

Sultan (44 tahun), pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sulawesi ...

Dari Program hingga Event, Semua Tercatat

Publikasi YEU menghadirkan informasi lengkap tentang perjalanan, capaian, dan kegiatan yang memperkuat ketangguhan masyarakat.