APMCDRR (the Asia-Pacific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction) atau Konferensi Tingkat Menteri di Asia-Pasifik tentang Pengurangan Risiko Bencana adalah salah satu pertemuan terpenting di kawasan Asia-Pasifik untuk memajukan upaya pengurangan risiko bencana. Perhelatan ini dihadiri para menteri, pejabat pemerintah, perwakilan sektor swasta, nirlaba, perwakilan masyarakat sipil, termasuk kelompok rentan. APMCDRR menjadi agenda lanjutan setelah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang diselenggarakan di Bali, Indonesia pada Mei tahun 2022. Konferensi ini memiliki hubungan yang kuat dengan hasil-hasil forum global dan akan memfokuskan hasil-hasil ini sesuai konteks kawasan Asia-Pasifik. Pada tahun ini, APMCDRR dilaksanakan di Brisbane, Australia pada tanggal 19 β 22 September 2022 dengan tema βDari Krisis ke Ketahanan: Mengubah Masa Depan Kawasan Asia-Pasifik Melalui Pengurangan Risiko Bencanaβ. ( https://apmcdrr.undrr.org/)
YEU, sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam tanggapbencana, telah aktif terlibat dalam agenda APMCDRRsejak tahun 2012. Dalam keikutsertaan YEU di APMCDRR 2022 ini, YEU diwakili oleh Jessica Novia, selaku Manajer Proyek CLIP (Community-Led Innovation Partnership) hadirbersama dengan salah satu perwakilan inovator lokal program IDEAKSI, yaitu Doddy Kurniawan Kaliri yang merupakan ketua DIFAGANA DIY (Difabel Siaga Bencana). DIFAGANA adalah lembaga yang dibentu Dinas Sosial DI Yogyakarta dengan tujuan untuk mengarusutamakan isu disabilitas dan mengadvokasi inklusi sosial, khususnya saat bencana.

Doddy saat ini bekerja sebagai ketua inovator lokal untuk mengembangan aplikasi DIFGANDES (DIFAGANA Disaster Emergency Support) yang menyediakan informasi mengenai aktivitas gunung api di Yogyakarta, termasuk informasi jalur evakuasi dan membuat Materi KIE (Komunikasi, Informasi & Edukasi) yang dapat diakses oleh orang dengan disabilitas dan lanjut usia. Aplikasi ini sudah dapat didownload melalui App store android. Dengan komitmennya bersama DIFAGANA dalam mengembangkan aplikasi DIFGANDES, Doddy mendapatkan penghargaan sebagai Local Champion dalam Forum Pemimpin Lokal Asia untuk Ketangguhan Bencana (ALL4DR) dalam rangkaian acara APMCDRR 2022 ini.
Berpartisipasi dalam APMCDRR 2022 ini adalah pengalaman pertama bagi Doddy. Melalui acara ini ia dapat berkenalan dengan orang-orang penting seperti dari perwakilan kedutaan besar Indonesia untuk Australia, Badan Kebencanaan Nasional Timor Leste, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan lainnya. Terlebih lagi, ia dapat memperkenalkan DIFAGANA DIY dan berbagi praktik baik yang sudah dilakukan DIFAGANA selama ini ke ranah forum Internasional, sekaligus juga dapat memperkenalkan aplikasi DIFGANDES. Ia juga berkesempatan belajar pengelolaan Pengurangan Risiko Bencana di negara-negara lain, mendapatkan informasi mengenai upaya mengantisipasi perubahan iklim di negara lain, dan mendapatkan jejaring baruΒ dalam isu Pengurangan Risiko Bencana (PRB) InklusifΒ ke depan.
Selama bergabung menjadi inovator lokal program IDEAKSI, Doddy belajar bahwa inovasi adalah hal mutlak yang harus digali dan dimunculkan dalam pengelolaan PRB yang inklusif. Kerja berjejaring atau membangun jejaring yang kuat di kawasan Asia PasifikΒ adalah strategi yang tepat dalam menginformasikan apa-apa saja yang dilakukan oleh DIFAGANA sekaligus memperkenalkan aplikasi DIFGANDES.
Setelah mengikuti kegiatan APMCDRR ini, Doddy berkomitmen untuk melakukan sosialisasi aplikasi DIFGANDES secara berkelanjutan untuk menemukanΒ mitra yang bersedia diajak berkolaborasi mengembangkan DIFGANDES ke depan. Di internal DIFAGANA sendiri, Doddy dan tim akan terus melakukan kerja-kerjaΒ advokasi yang strategis untuk mewujudkan pengelolaanΒ PRB yang inklusi serta mengajak kerjasama lembaga lain untuk mendukung program-program kebencanaan DIFAGANA. Ia berharap DIFAGANA semakin aktif terlibat dalam jaringan masyarakat sipil di isu kebencanaan baik diΒ tingkat nasional, kawasan maupun global.

Doddy sangat mengapresiasi penyelenggara kegiatan APMCDRR khususnya dalam memfasilitasi difabel yang terlibat di kegiatan ini dengan aksesibilitas yang disediakan seperti lift untuk difabel dan ramp. Ia berharap ke depan akan ada saluran langsung youtube untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin terlibat atau tertarik dengan isu-isu kebencanaan dan inklusi melalui forum-forum yang ada. Ia mendorong teman-teman difabel di Indonesia untuk terus berkarya dalam pengarusutamaan penanggulangan bencana yang inklusif dan berharap akan ada lebih banyak local champion dari teman-teman difabel di masa mendatang.