Berita

Kunjungan Belajar ke BUMDes Panggung Lestari

29 Maret 2023

Gambar 1: Tim YEU berfoto bersama dengan Kepala Desa Panggungharjo dengan tanda kampanye 3R. 

Pada hari Rabu, 15 Februari 2023 tim YEU melakukan peer learning visit ke Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) yang merupakan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) untuk Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) atau disebut  TPS 3R Kupas. Kelompok usaha ini merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari di Desa Panggungharjo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Sebanyak 18 peserta dari YEU yang terdiri dari tim YEU dari kantor Palu dan Yogyakarta mengikuti kunjungan ini. Perjalanan menuju Desa Panggungharjo meghabiskan waktu kurang lebih satu jam dari Kabupaten Sleman. Tempat pertama yang dikunjungi tim adalah TPS 3R Kupas. Tim YEU disambut oleh staf TPS 3R Kupas Panggungharjo. Mereka melakukan perkenalan singkat tentang tempat tersebut kemudian melihat-lihat lokasi operasi sampah serta membuka sesi tanya jawab. TPS 3R Kupas telah beroperasi sejak tahun 2010 dan merupakan bagian dari unit usaha BUMDes Panggung Lestari di Desa Panggungharjo. TPS 3R Kupas mempekerjakan 90 pekerja termasuk dari kelompok marjinal seperti penyandang disabilitas mental dan anak tunawisma. Beberapa perusahaan seperti Danone Ltd. dan Pegadaian Ltd. telah menjadi CSR (Corporate Social Responsibilities) mereka.

Gambar 2: Staf TPS 3R Kupas menjelaskan produksi paving dari kantong plastik.


TPS 3R Kupas mengelola sampah organik dan sampah non organik (residu). Sampah organik mudah terurai secara alami tanpa campur tangan manusia. Sampah organik dari sampah rumah tangga dimanfaatkan untuk dijadikan kompos. Sampah non-organik (residu) yang tidak memiliki nilai ekonomis seperti styrofoam bekas, kemasan plastik, dll akan dimanfaatkan untuk pembuatan paving block. Adapun sampah non-organik lainnya yang memiliki nilai ekonomis seperti botol plastik, karton, logam, dan kaleng akan dijual ke kolektor besar.

Tim YEU juga mengunjungi unit usaha lain yaitu Rumah Makan Kampoeng Mataraman untuk bertemu dengan Bapak Wahyudi Anggoro Hadi selaku Kepala Desa Panggungharjo beserta jajarannya. Beliau memberikan materi mengenai demografi desa. Desa Panggungharjo terdiri dari 9.542 Kepala Keluarga, 23.383 jiwa, dan 7.244 rumah. Pendapatan sektoral warga Panggungharjo pada tahun 2018 sebesar 102,43 miliar rupiah dimana 73% berasal dari sektor jasa dan perdagangan. Sebanyak 27% berasal dari sektor pertanian.

Gambar 3: Tim YEU diberikan informasi mengenai pengoperasian TPS 3R Kupas.


Beliau juga berbagi pengalaman mengenai bagaimana mengembangkan program Desa Panggungharjo termasuk pengelolaan unit usaha yang berada di bawah BUMDes, dimana salah satunya adalah TPS 3R Kupas. Desa Panggungharjo memiliki program kesejahteraan untuk mendukung warganya untuk menyediakan perumahan yang layak, kesehatan, pendidikan, dan ruang sosial untuk semua. Mereka juga membuat rumah produksi untuk kemasan makanan, aplikasi Pasardesa.id , dan aplikasi Pastiangkut.id  untuk membantu masyarakat mengangkut sampahnya ke TPS 3R Kupas. Pasardesa.id adalah platform digital untuk menjual produk warga Desa Panggungharjo.Pasti Angkut adalah platform digital yang menyediakan sistem pelayanan sampah yang lengkap.

Berikut beberapa pelajaran berharga yang didapat selama kunjungan ke Desa Panggungharjo:

  1. Desa Panggungharjo meningkatkan kesadaran lingkungan karena sampah di lingkungan masyarakat merupakan bencana masa depan jika tidak dikelola dengan baik.
  2. Memanfaatkan lahan/tempat pembuangan sampah yang ada di lingkungan desa menjadi TPS 3R Kupas guna mengatasi permasalahan sampah di masyarakat.
  3. Pemerintah Desa Panggungharjo memanfaatkan dana desa dari pemerintah untuk pengelolaan pemberdayaan masyarakat di Desa Panggungharjo.
  4. Kerjasama dengan instansi terkait terkait pengelolaan sampah di desa, termasuk regulasi pengelolaan sampah di Desa Panggungharjo.
  5. Memanfaatkan potensi/sumber daya yang ada, seperti memberdayakan kelompok binaan dari Dinas Sosial untuk terlibat dalam proses pengelolaan sampah.
  6. Manfaatkan kesempatan/momen seperti Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan pertemuan lainnya untuk mengedukasi masyarakat tentang peraturan desa tentang pengelolaan sampah.
  7. Pemerintah Desa Panggungharjo memiliki jenis usaha lain untuk mendukung operasional beberapa unit usaha, seperti dalam memberikan pendapatan termasuk TPS 3R Kupas Desa Panggungharjo.
  8. Mendorong program pendidikan masyarakat yaitu 1 rumah 1 mahasiswa sarjana. Program ini ditujukan untuk setiap rumah tangga yang memiliki anak yang layak mendapatkan bantuan pendidikan. Ke depannya, program ini akan membantu desa untuk berkembang sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka.
  9. Pengerja unit usaha BUMDes adalah masyarakat lokal Desa Panggungharjo yang telah diberikan pengembangan kapasitas untuk menjalankan BUMDes.
  10. Desa Panggungharjo memberikan pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat.
  11. Masyarakat yang ingin memilah sampah dihargai Rp. 1.000/kg atau setara dengan USD 0,065 sebagai imbalan memilah sendiri sampah rumah tangga.
  12. Hanya sampah sisa yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah yang masih bisa didaur ulang ditempatkan di TPS 3R Kupas. Selain itu, sampah juga dikelola dan dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan dengan menjual kompos, paving block dari kantong plastik, dan sampah (botol plastik, kardus, besi, dan kaleng) yang dijual ke pengepul. Keuntungan digunakan untuk mendukung tambahan biaya operasional bank sampah.
  13. Bank sampah dan TPS 3R Kupas tidak bisa 100 persen murni bisnis model karena ini bisnis sosial.
  14. TPS 3R Kupas yang dikelola BUMDes tetap beroperasi meskipun omzet penjualan tidak dapat menutupi biaya operasional.

Kunjungan ini sangat berkesan bagi YEU karena pemerintah desa dan pengurus BUMDes sangat ramah dan terbuka untuk saling berdiskusi. Tim YEU mendapat banyak pelajaran. YEU saat ini memiliki program serupa, seperti Womenpreneur untuk proyek Plastik di Palu, Sulawesi Tengah didukung oleh Malteser Internasional. BUMDes Panggungharjo memberikan inspirasi dan pengalaman berarti bagi staf YEU untuk mengimplementasikan praktik-praktik baik ini dalam proyeknya.

Gambar 4: Kepala Desa Panggungharjo menjelaskan program Desa Panggungharjo.

Beberapa praktik baik dari kunjungan belajar di TPS 3R Kupas dan BUMDes Panggung Lestari Desa Panggungharjo yang dapat diimplementasikan dalam proyek YEU yang sedang berjalan adalah:

  1. Sistem pengangkutan sampah komunal dari rumah TPS dilakukan oleh pengelola TPS.
  2. Memberikan imbalan kepada masyarakat yang ingin memilah sampah dari rumahnya.
  3. Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk penelitian pengelolaan sampah di desa atau kecamatan.
  4. Kerjasama dengan beberapa instansi terkait mengenai regulasi yang dapat diterapkan di masyarakat.
  5. Peluang kerjasama dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan lain dalam rangka mendapatkan pendanaan dari dana CSR seperti PT. Pegadaian (Perusahaan Pegadaian Nasional) untuk mengubah tabungan sampah masyarakat menjadi tabungan emas.

Semoga semua pelajaran yang didapat dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Berita Terkait

Baca Juga Kisah Serupa

Program SEHATI (Strengthening Inclusion in Humanitarian Action Through Cluster Mechanism/Penguatan ...

Kini, ia tidak lagi ragu menyuarakan pendapat ... Ia merasa ...

Tapanuli Tengah masih tahap pemulihan ketika Andi Joko Prasetyo pertama ...

Dari Program hingga Event, Semua Tercatat

Publikasi YEU menghadirkan informasi lengkap tentang perjalanan, capaian, dan kegiatan yang memperkuat ketangguhan masyarakat.