Berita

Workshop Orientasi Awal Proyek SEHATI: Meningkatkan Inklusi Penyandang Disabilitas dalam Penanggulangan Bencana

31 Desember 2024

Pada 19-20 November 2024, YAKKUM Emergency Unit (YEU) menggelar Workshop Orientasi Awal bagi Tim Proyek “Strengthening Inclusion in Humanitarian Action Through Cluster Mechanism” (SEHATI). Workshop ini  dihadiri oleh Manajemen dan Tim Project YEU, pengurus Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) dan CBM Global yang mendukung proyek ini.

Proyek ini dilatarbelakangi hasil diskusi dengan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) dan anggota sub klaster pada bulan April 2024, teridentifikasi tiga prioritas tantangan yang dihadapi oleh Sub Klaster Lansia, Disabilitas, Kelompok Berisiko Tinggi lainnya (LDR) yaitu:

  1. Keterlibatan disabilitas dalam penanggulangan bencana memerlukan pemahaman bersama di antara para pelaku kemanusiaan, OPD, dan kelompok berisiko tinggi lainnya.
  2. Keterlibatan organisasi penyandang disabilitas, perempuan penyandang disabilitas dan non-disabilitas, serta kelompok berisiko tinggi lainnya dalam penanggulangan bencana masih minim karena keterbatasan kesadaran, kapasitas, dan prioritas. Hal ini menyebabkan kesenjangan kapasitas antara organisasi penyandang disabilitas dan pelaku kemanusiaan.
  3. Sub Klaster LDR kurang memiliki koordinasi dan kepemimpinan yang efektif.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, YEU dan MPBI dengan membentuk konsorsium bersama dengan CBM Global, hal ini untuk memudahkan koordinasi bersama para sub klaster yang akan dilibatkan sebagai mitra dan jejaring dalam pelaksanaan proyek SEHATI.

Agenda workshop yang dilaksanakan selama dua hari ini menitik beratkan pada pemaparan materi pelaksanaan proyek dan diskusi. Pada hari pertama diisi dengan penyampaian terkait beberapa materi sebagai berikut:

  1. Struktur, Tugas dan Wewenang Tim Proyek, Standard Operating Procedure Sumber Daya Manusia (SOP SDM), Pedoman Safety dan Security, Kebijakan Kekaryawanan YEU yang spesifik terkait kebutuhan proyek dan kolaborasi dalam konsorsium Peran dan fungsi Diklat YEU.
  2. Pemaparan Desain Proyek (Theory of Change); logical framework, work plan termasuk jadwal kegiatan Q4 2024, pemetaan aktor dan jejaring, risk register dan menyepakati mekanisme koordinasi di internal konsorsium dan dengan project participant.
  3. Pemaparan Kebijakan CBM Global; prinsip kemitraan, ICT, aksesibilitas, CBM compliance.


Pada hari kedua berlanjut pada pembahasan yaitu:

  1. MEAL Framework CBM: dijelaskan bahwa proyek ini dibagi menjadi tiga fase dengan tujuan yang ingin dicapai adalah terwujudnya masyarakat yang inklusif di mana para penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok berisiko tinggi lainnya hidup secara bermartabat dan menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi bencana. 
  2. Pelaporan Naratif: hal ini mencakup jadwal pelaporan, template laporan dan database, branding dan visibilitas, dan produk publikasi dan dokumentasi, dalam mekanisme pelaporan juga telah disepakati bahwa YEU sebagai tim leader dari proyek ini bertanggungjawab dalam mengkompilasikan laporan baik dari YEU maupun MPBI; 
  3. Pemaparan budget dan administrasi keuangan & logistik; dan
  4. Rencana Tindak Lanjut: menyepakati beberapa hal seperti platform untuk mekanisme pengaduan yang aksesibel untuk semua orang, jumlah target yang mesti dicapai pada fase pertama, format SADDD akan disesuaikan pada implementasi proyek, penyebutan penerima manfaat menjadi peserta program, dan format daftar hadir merujuk pada enam pertanyaan dari Washington Group Question.

Berita Terkait

Baca Juga Kisah Serupa

Program SEHATI (Strengthening Inclusion in Humanitarian Action Through Cluster Mechanism/Penguatan ...

Kini, ia tidak lagi ragu menyuarakan pendapat ... Ia merasa ...

Tapanuli Tengah masih tahap pemulihan ketika Andi Joko Prasetyo pertama ...

Dari Program hingga Event, Semua Tercatat

Publikasi YEU menghadirkan informasi lengkap tentang perjalanan, capaian, dan kegiatan yang memperkuat ketangguhan masyarakat.