Cerita

Human Interest Story: Womenpreneurs4Plastic – Indonesia

29 September 2022

Ibu Nani (48 tahun) bersama anaknya Eca menunjukan tempat dia bekerja sehari-hari. Ibu Nani adalah seorang pengumpul sampah yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun, bersama suami dan 6 orang anaknya. Beliau mengumpulkan sampah di TPA Kawatuna. Sampah yang dikumpulkan adalah sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik, yang kemudian dijual ke pengepul.

Bersama suaminya, dia menghasilkan 2 juta Rupiah per bulan. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, Ibu Nani menanam sendiri bahan makanan dikebun kecil depan rumahnya, seperti; tomat, singkong, bayam dan kelor.

Dia dengan bangga memberi tahu kami bahwa keluarganya – yang semuanya terlibat – mengumpulkan 40 karung sampah plastik dalam waktu sekitar 10 hari. Namun, sering kali, tengkulak membayar harga yang tidak adil kepada pengumpul sampah dan seringkali para perempuan tersebut terjerat utang melalui pinjaman dengan bunga yang tinggi.

Beberapa bulan yang lalu dia mengatahui tentang proyek “Pemberdayaan Wanita dan Pengurangan Plastik” yang dilaksanakan oleh YEU, yang disponsori oleh Malteser International dan Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ). Ibu Nani tertarik ingin bergabung dengan proyek tersebut. Ia terpilih sebagai Ketua kelompok Perempuan Pengusaha Plastik dari Dusun 3 dan dengan demikian mewakili wanita Womenpreneurs4Plastik di desa Ngatabaru, Sigi, Sulawesi Tengah. Ia bangga bisa aktif mengkampanyekan hak dan kondisi hidup yang lebih baik bagi perempuan pemulung.

Dia berharap proyek “Womenpreneurs4Plastic” akan membantunya untuk;

-Memberikan harga yang wajar untuk plastik yang dikumpulkan melalui pemasaran langsung dari plastik yang dikumpulkan

-Berkurangnya bunga utang, melalui pembentukan kelompok tabungan perempuan.

-Pengetahuan tentang pemilahan plastik, pemasaran dan daur ulang.

-Dukungan dengan menyediakan mesin pencacah dan mesin daur ulang.

Nani sangat yakin ini akan berhasil. Terlebih lagi karena mengetahui bahwa dalam beberapa tahun terakhir tidak ada yang menunjukkan minat pada kesejahteraan perempuan pengumpul sampah. Namun dengan adanya proyek tersebut, baik pemerintah desa maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi kini telah menyatakan kesediaan mereka untuk secara aktif mendukung kepentingan pengumpul sampah.

Cordula Wasser, Central Sulawesi, 6.6.2022

Berita Terkait

Baca Juga Kisah Serupa

Tujuan dan Agenda Proyek SEHATI (Strengthening Inclusion in Humanitarian Action ...

Dalam situasi kebencanaan, risiko kekerasan berbasis gender (KBG) dan pelanggaran ...

Sultan (44 tahun), pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sulawesi ...

Dari Program hingga Event, Semua Tercatat

Publikasi YEU menghadirkan informasi lengkap tentang perjalanan, capaian, dan kegiatan yang memperkuat ketangguhan masyarakat.