Partisipasi Kelompok Perempuan dalam Dialog dengan Pemangku Kebijakan untuk Meningkatkan Ketangguhan

24 November 2021

Sejak tahun 2015, YEU telah mendampingi 65 kelompok perempuan yang tersebar di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, Magelang, Temanggung dan Klaten. Pada awal pendampingan, kelompok Perempuan melakukan pemetaan risiko dan memetakan ancaman bencana di wilayahnya masing-masing.  Dari hasil pemetaan tersebut, kelompok mampu mengidentifikasikan ancaman bencana yang diidentifikasi di wilayah perkotaan dan pedesaan, antara lain banjir, tanah longsor, kekeringan, erupsi gunung berapi, lahar hujan, dan pandemi.

Untuk mengurangi dampak dari ancaman tersebut, kelompok perempuan telah mengembangkan berbagai kegiatan ketangguhan seperti bank sampah, warung sembako, kegiatan tunda jual, arisan ternak, pengembangan pupuk organik, lorong sayur, budidaya tanaman sayur dengan metode akuaponik, serta hidroponik.

Dalam praktiknya, beberapa kelompok berhasil mengembangkan kegiatan ketangguhan tersebut namun masih ada kendala dan tantangan yang dihadapi oleh kelompok perempuan baik dalam hal administratif maupun teknis. Oleh sebab itu, pada tahun 2021, YEU dengan dukungan dari Huairou Comission mengumpulkan kelompok perempuan dan mengadakan berbagai kegiatan yang diakan secara virtual dan ditujukan untuk wadah belajar dan peningkatan kapasitas termasuk pelatihan perencanaan dan penganggaran program desa, public speaking, literasi digital, dan Pengembangan Proposal Kegiatan.

Pada tanggal 15-18 November 2021, 30 kelompok perempuan berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan Dialog dengan Pemangku Kebijakan yang ada di Jawa Tengah dan DIY yang diwakili oleh Dinas Pertanian dan Pengan DIY dan Magelang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY dan Magelang, BPBD DIY dan Magelang, serta BMKG Staklim (Stasiun Iklim) Yogyakarta. Dalam pertemuan terdiri dari kelompok Bank Sampah, KWT, PKK dan Kelompok Perempuan Tangguh mengutarakan aspirasinya kepada para pemangku kebijakan dalam rangka mendukung kegiatan ketangguhan yang mereka lakukan

Melalui sharing antara BPBD Magelang  dan kelompok perempuan membuka peluang bagi kelompok perempuan yang ingin membentuk Destana/Tagana di wilayahnya. Diskusi ini juga mendorong partisipasi kelompok perempuan dalam upaya manajemen kebencanaan, dari unit keluarga sampai komunitas. Banyak kelompok perempuan yang telah terlibat dalam pengelolaan kebencanaan terutama pada bencana erupsi gunung Merapi, angin besar, dan lahar hujan yang menjadi ancaman di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Dalam diskusi Bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, kelompok perempuan mendorong Kerjasama dan pendampingan yang lebih intensif kepada kelompok masyarakat yang mengelola Bank Sampah dengan menghubungkan bank sampah komunitas dengan TPS3R untuk mengatasi kendala pengelolaan dan pengolahan sampah yang membutuhkan kapasitas dan teknologi yang lebih memadai


Dialog antara kelompok perempuan dengan pemangku kebijakan terkait diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan kelompok perempuan melalui upaya harmonisasi dengan program pemerintah dan advokasi untuk mengatasi berbagai isu di wilayah masing-masing. Hal ini juga mendorong andil kelompok perempuan sebagai aktor perubahan di wilayahnya. 

Related News

Read Also Similar Stories

Kini, ia tidak lagi ragu menyuarakan pendapat ... Ia merasa ...

Tapanuli Tengah masih tahap pemulihan ketika Andi Joko Prasetyo pertama ...

Kisah Bu Warsilah dan Suara Petani Perempuan di Konferensi Kemanusiaan ...

YEU's Programmes & Events Publications

YEU publications provide comprehensive information about journeys, achievements, and activities that strengthen community resilience.