Gambar 1: Staf YEU berfoto di depan kantor Desa Ponggok bersama perangkat desa.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri Ponggok bergerak di bidang industri pariwisata di Desa Ponggok Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. BUMDes Tirta Mandiri ini membawahi Divisi Usaha Desa Wisata yang beragam yaitu Umbul Ponggok (pengelolaan mata air), desa studi lapangan, budidaya perikanan, homestay, toko, gedung dan Event Organizer, persewaan, pertanian dan peternakan, tempat makan, dan catering. Jumlah penduduk Desa Ponggok adalah 2.036 jiwa dan total Kepala Keluarga (KK) adalah 609 KK.
Pada tanggal 17 Februari 2023, YEU berkesempatan mengunjungi BUMDes ini untuk mempelajari pengelolaan dan kapasitas menjalankan BUMDes, termasuk kelembagaan, mekanisme, dan strategi pengembangan usaha BUMDes. Tim YEU yang terdiri dari 16 orang mengunjungi kantor desa Ponggok dan disambut oleh kepala desa dan perangkat desa lainnya. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi oleh Kepala Bidang Pariwisata Desa Ponggok, Kepala Bagian Umum, dan Kepala Dusun.

Beberapa hal yang dapat diambil selama kunjungan tersebut adalah sebagai berikut, pertama adalah bahwa seorang pemimpin tidak dapat berhasil tanpa dukungan perangkat desa dan masyarakat yang merupakan bagian penting dalam mengelola aset desa. Kedua, BUMDes yang ingin benar-benar merasakan keuntungan harus melakukan usaha. Ketiga, semua unit usaha at BUMDes Ponggok terdaftar sebagai Perseroan Terbatas (PT). Proyek ini terbuka untuk kontribusi dari orang-orang di luar komunitas.
Desa Ponggok mengalami kemajuan yang signifikan. Lima belas tahun lalu Desa Ponggok merupakan salah satu desa termiskin. Upaya kolektif antara kepala desa, pejabat dan masyarakat yang ingin bekerja untuk perubahan membutuhkan proses panjang dan yang telah melalui banyak kesulitan. Masyarakat sudah banyak belajar dan mau berubah menjadi desa wisata. Misalnya mereka ingin mengubah kebiasaan mereka menjadi lebih ramah saat pengunjung datang, mereka juga merubah kebiasaan tidak menjemur pakaian sembarangan agar tidak mengganggu pemandangan.
Jika desa tidak memiliki sumber daya yang cukup, mereka akan mencari bantuan profesional. Desa Ponggok telah meminta KKN di Universitas Gajah Mada untuk membantu mereka dalam mengumpulkan data dan menganalisis potensi, masalah, dan aset desa. Sehingga mereka dapat memutuskan intervensi apa yang sesuai hasil analisis desa Ponggok. Selain itu, mereka juga dibantu oleh rekan-rekan dari STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) untuk membuat sistem keuangan desa. Saat ini program inisiatif unggulan desa antara lain BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) bagi masyarakat setempat untuk menanggung jaminan sosial, perlindungan kesehatan, dan rehabilitasi perumahan.

Melalui kunjungan studi ini, YEU mendapatkan pembelajaran dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam program YEU dengan semangat pemberdayaan inisiatif kewirausahaan lokal, dimana YEU saat ini sedang melaksanakan Proyek Market for the Poor di Sulawesi Tengah. YEU belajar bahwa kolaborasi dengan para profesional dapat membantu mereka menemukan apa yang dibutuhkan desa, misalnya dengan bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk menganalisis potensi, permasalahan, dan aset desa. Keterlibatan pemuda desa yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing juga sangat penting untuk saling berkolaborasi dalam pembangunan program desa. Untuk meningkatkan kemajuan desa diperlukan pemetaan masalah, potensi dan penjenamaan desa.
Di akhir kunjungan, tim YEU berkesempatan mengunjungi salah satu unit usaha desa yaitu Mata air Umbul Ponggok. Umbul Ponggok merupakan wahana air pertama di Indonesia yang memberikan sensasi snorkeling dan diving bukan di laut melainkan di kolam mata air alami yang santai dan menyegarkan. Suasana kebahagiaan tim YEU dilengkapi dengan mengabadikan video atau foto bawah air.
Sumber :
– (https://bumdesa-tirta-mandiri-ponggok.business.site/#summary)