Berita

Tukar Plastik dengan Sembako di Bank Plastik Ngatabaru

3 Mei 2024

(Gambar: Ketua Bank Plastik Ngatabaru (kiri) menyerahkan 1 kilogram gula kepada anggota kelompok yang menukarkan dengan plastiknya)

Pendirian Bank Plastik di Desa Ngatabaru memiliki banyak manfaat, tak hanya mengatasi persoalan sampah plastik di lingkungan tempat tinggal, tetapi juga membantu perekonomian masyarakat. Salah satu usaha untuk mendorong masyarakat mau memilah sampah plastik dan dibawa ke Bank Plastik adalah menyelenggarakan acara penukaran sampah plastik bernilai ekonomi dengan kebutuhan rumah tangga yang dikonsumsi sehari-hari seperti beras, gula, kopi dan teh. Pendekatan ini terbilang berhasil karena baru pertama kalinya dilakukan oleh kelompok perempuan pengusaha plastik (WPEG) di Desa Ngatabaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Bank Plastik Ngatabaru melaksanakan kegiatan tukar sampah plastik dengan sembako di TPA Kawatuna. Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak 3 kali sejak bulan November 2023 sampai Januari 2024 dan mendapatkan respon baik dari kelompok perempuan pengusaha plastik yang berprofesi sebagai pemulung maupun yang bukan. Untuk mekanisme penukaran, pengurus Bank Plastik menentukan jenis-jenis plastik yang bisa ditukar, antara lain, botol atau gelas plastik air mineral, tutup botol dan campuran plastik bening. Setelah semua plastik terkumpul, Pengurus Bank Plastik akan menyediakan dan mendistribusikan sembako bagi mereka yang sudah mengumpulkan.

Ketua Bank Plastik, Hesti Hestiati, mengatakan bahwa jumlah plastik yang ditukarkan akan disesuaikan dengan harga sembako di pasar. Sebagai contoh, harga 1 kg botol plastik putih adalah Rp. 4.000 dan harga 1 kg gula Rp. 16.000. Maka anggota kelompok atau masyarakat umum harus menukarkan plastik botol putih sebanyak 4 kg untuk mendapatkan 1 kg gula. Saat ini terdapat 24 orang yang telah menukarkan plastik dengan sembako dan sebanyak 98 kilogram plastik telah terkumpul di Bank Plastik.

Anggota kelompok dan masyarakat memperoleh beberapa manfaat dari aksi ini. Pertama, mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti, beras, gula, kopi, dan teh tanpa harus membeli. Kegiatan ini memberikan kemudahan terutama bagi mereka yang menghadapi kendala keuangan. Kedua, menunjukan kesadaran sebagai anggota kelompok yang peduli dengan lingkungan melalui pengelolaan sampah plastik. Terakhir, Bank Plastik Ngatabaru juga mendapat umpan balik positif berupa saran untuk menambahkan barang rumah tangga lainnya seperti, kopi dengan berbagai varian rasa, sabun dan sampo pada kegiatan selanjutnya.

Berita Terkait

Baca Juga Kisah Serupa

Tujuan dan Agenda Proyek SEHATI (Strengthening Inclusion in Humanitarian Action ...

Dalam situasi kebencanaan, risiko kekerasan berbasis gender (KBG) dan pelanggaran ...

Sultan (44 tahun), pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sulawesi ...

Dari Program hingga Event, Semua Tercatat

Publikasi YEU menghadirkan informasi lengkap tentang perjalanan, capaian, dan kegiatan yang memperkuat ketangguhan masyarakat.