Berita

Kolaborasi Multipihak untuk Mendorong Keberlanjutan Inovasi Komunitas melalui Lokakarya CLIP IDEAKSI

7 April 2026

Yogyakarta, 16 Maret 2026 – YAKKUM Emergency Unit (YEU) menyelenggarakan Lokakarya Multipihak IDEAKSI: Praktik, Pembelajaran, dan Keberlanjutan Inovasi Berbasis Komunitas yang diadakan di University Club Hotel UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokakarya ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kolaborasi antar inovator komunitas, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung inovasi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Sebanyak 136 peserta dari berbagai sektor hadir dalam lokakarya ini, termasuk perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, serta 24 kelompok inovator IDEAKSI di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah didampingi YEU sejak tahun 2021. 

Enam Tahun Perjalanan IDEAKSI: Inovasi dari dan untuk Komunitas

Dalam sambutannya, Direktur YEU, Debora Dian Utami menegaskan bahwa tahun 2026 menandai perjalanan enam tahun program Community-led Innovation Partnership (CLIP) di Indonesia. Melalui inisiatif IDEAKSI (Ide, Inovasi, Aksi, Inklusi), YEU telah mendukung puluhan inovator lokal dalam mengembangkan solusi berbasis komunitas untuk menjawab tantangan bencana dan krisis perubahan iklim. 

Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama – mulai dari identifikasi masalah, perancangan solusi, hingga implementasi dan evaluasi. Hasilnya, inovasi yang dihasilkan tidak hanya relevan dengan konteks lokal, tetapi juga memiliki tingkat keberlanjutan yang tinggi karena adanya rasa kepemilikan dari komunitas. 

Beragam inovasi telah dikembangkan, mulai dari sistem peringatan dini yang aksesibel, mitigasi longsor, pengelolaan sampah, hingga inovasi berbasis pertanian dan ketahanan pangan. Inovasi-inovasi ini juga turut mendorong inklusi sosial, khususnya bagi kelompok berisiko seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan anak. 

Pembelajaran Program: Dampak Nyata dan Tantangan Keberlanjutan

Dalam sesi pembelajaran, YEU memaparkan hasil evaluasi implementasi CLIP yang menunjukkan dampak signifikan bagi komunitas. Sebanyak 98% responden merasakan manfaat langsung dari inovasi sementara 94% mengaku terjadi peningkatan kapasitas dalam kesiapsiagaan bencana.

Selain dampak pada aspek teknis, program ini juga mendorong perubahan sosial, seperti meningkatnya kepercayaan diri inovator dan terbukanya peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga swasta.

Namun demikian, tantangan keberlanjutan masih menjadi perhatian utama. Akses terhadap pendanaan, dukungan kebijakan, serta pengembangan pasar untuk inovasi komunitas menjadi aspek penting yang perlu diperkuat melalui kolaborasi multipihak.

Membangun Ekosistem Inovasi di Daerah

Pertemuan ini juga menghadirkan perspektif pemerintah daerah mengenai pentingnya inovasi dalam pembangunan. Perwakilan Paniradya Kaistimewaan DIY menekankan bahwa inovasi berbasis masyarakat sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pelayanan publik di daerah.

Pemerintah DIY, melalui berbagai kebijakan dan pemanfaatan Dana Kaistimewaan, terus mendorong budaya inovasi hingga ke tingkat kalurahan. Hal ini membuka peluang bagi inovasi komunitas untuk terintegrasi dengan program pembangunan daerah.  

Ruang Dialog dan Kolaborasi

Sebagai bahan utama kegiatan, peserta terlibat dalam diskusi multipihak yang terbagi dalam tiga tema: pelibatan komunitas dalam ekosistem inovasi, peluang dukungan pengembangan inovasi serta potensi integrasi dan replika inovasi. Diskusi ini menghasilkan berbagai ide kolaborasi dan komitmen untuk mendukung keberlanjutan inovasi berbasis masyarakat.

Lokakarya ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pembelajaran, tetapi juga memperkuat jejaring dan membuka peluang kerjasama lintas sektor untuk memperluas dampak inovasi. 

Menuju Inovasi yang Berkelanjutan dan Inklusif

Melalui kegiatan ini, YEU menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam memastikan inovasi tidak berhenti pada tahap implementasi, tetapi dapat berkembang, direplikasi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat

Penulis: Desy Putri Ratnasari (Staf Informasi dan Komunitasi Proyek CLIP IDEAKSI)

Berita Terkait

Baca Juga Kisah Serupa

Perjalanan Membangun IPAH Saat Krisis: Kisah dari Tapanuli Tengah ...
Perkuat Kapasitas Inovator: Mentoring Sebaya Inovator Lokal IDEAKSI ...

Dari Program hingga Event, Semua Tercatat

Publikasi YEU menghadirkan informasi lengkap tentang perjalanan, capaian, dan kegiatan yang memperkuat ketangguhan masyarakat.