Berita

Membangun Sistem Rujukan Perlindungan yang Aman dan Inklusif dalam Situasi Krisis

19 Februari 2026

Dalam situasi kebencanaan, risiko kekerasan berbasis gender (KBG) dan pelanggaran perlindungan terhadap kelompok berisiko kerap meningkat. Lemahnya akses layanan, terganggunya sistem perlindungan, serta keterbatasan koordinasi di masa darurat membuat perempuan, anak, lansia, dan penyandang disaabilitas berada dalam kondisi yang semakin rentan. YEU melalui inisiatif CLIP – IDEAKSI menyelenggarakan Lokakarya Manajemen Rujukan Perlindungan dan Kekerasan Berbasis Gender di Situasi Kebencanaan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 27 Januari 2026, diikuti oleh lebih dari 60 peserta, organisasi masyarakat sipil, lembaga pemerintah daerah hingga relawwan kebencanaan. Lokakarya ini menjadi ruang belajar dan refleksi bersama untuk memperkuat pemahaman serta praktik perlindungan dan pencegahan KBG yang terintegrasi dalam kesiapsiagaan dan respons kebencanaan di tingkat komunitas.

Respons kemanusiaan tidak cukup hanya berfokus pada penyelamatan fisiko dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pendekatan perlindungan, termasuk pencegahan dan penanganan KBG, perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan sejak fase pra-bencana. Inovator lokal dan aktor komunitas dipandang memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat dan seringkali menjadi pihak pertama yang merepons situasi darurat.

Lokakarya ini difasilitasi oleh Rifka Annisa WCC dengan sesi pengantar mengenai perlindungan dan KBG dalam situasi kebencanaan. Peserta diajak memahami prinsip-prinsip perlingan, bentuk-bentuk risiko KBG yang dapat muncul dalam kondisi darurat, serta peran berbagai aktor dalam upaya pencegahan dan penanganan. Diskusi ini menekankan pentingnya pendekatan yang berperspektif gender, inklusif, serta menjunjung tinggi keselamatan dan martabat penyintas.

Sesi kedua dilanjut secara khusus membahas manajemen rujukan perlindungan dan KBG. Peserta mendiskusikan tantangan koordinasi yang kerap dihadapi di lapangan, termasuk keterbatasan informasi, belum jelasnya alur rujukan, serta minimnya integrasi isu perlindungan dalam simulasi dan perencanaan kebencanaan. Melalui sesi ini, peserta juga diperkenalkan alur rujukan standar serta praktik baik yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, sekaligus membedakan peran yang dapat dilakukan oleh aktor komunitas dan kasus-kasus yang perlu dirujuk ke layanan professional.

Untuk menyelaraskan arah, kegiatan berlangsung dalam diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan seluruh peserta. Dalam FGD ini, peserta menggali pengalaman lapangan, mengidentifikasi tantangan utama, serta merumuskan kebutuhan penguatan agar mekanisme rujukan dan KBG dapat ebrlajalan lebih efektif di tingkat komunitas, baik sebelum maupun saat bencana terjadi. Peserta juga memetakan platform komunikasi dan kooridnasi yang sudah ada, serta peluang advokasi untuk menghubungkan kerja-kerja komunitas dengan klaster dan perencanaan kontijensi kebencanaan.

Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dalam sesi pleno, yang menjadi ruang pertukaran gagasan lintas kelompok. Lokakarya ini menghasilkan sejumlah keluaran penting, antara lain ringkasan temuan diskusi terkait praktik, tantangan, dan kebutuhan penguatan perlindungfan dan KBG di situasi kebencanaan; tersusunnya alur mekanisme rujukan perlindyngan dan KBG di tingkat komunitas; serta poin-poin strategis untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara inovator, YEU, dan platform klaster terkait.

Melalui lokakarya ini, YEU menegaskan komitmen Bersama untuk memperkuat kesiapsiagaan perlindungan berbasis komunitas. Diharapkan, hasil pembelajaran dan rekomendasi dari kegiatan ini dapat menjadi pijakan dalam membangun system rujukan yang lebih aman, etis, dan responsive terhadap kebutuhan kelompok berisiko, sehingga upya pengurangan risiko bencana dapat berjalan secara lebih inklusif dan berkelanjutan.


Penulis: Desy Putri Ratnasari (Staf Informasi dan Komunikasi Proyek CLIP IDEAKSI)

Berita Terkait

Baca Juga Kisah Serupa

Danang adalah seorang warga dengan disabilitas fisik di Desa Tegalmade, ...

Di Desa Pucok Alo, Aceh Utara, kami bertemu dengan Bapak ...

Dari Program hingga Event, Semua Tercatat

Publikasi YEU menghadirkan informasi lengkap tentang perjalanan, capaian, dan kegiatan yang memperkuat ketangguhan masyarakat.