Berita

Menyatukan Suara untuk Kesiapsiagaan yang Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

20 Januari 2026

Momen kebersamaan para pemangku kepentingan dalam mendukung penguatan kesiapsiagaan bencana yang inklusif.

YAKKUM Emergency Unit (YEU) bersama CBM Global melalui program Disability Inclusive–Locally Led Anticipatory Action (DI-LLAA), melaksanakan kegiatan sosialisasi program kepada dinas ataupun para pemangku kepentingan terkait yang berada di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Para pemangku kepentingan yang menghadiri kegiatan ini antara lain Dinas Sosial Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo, Komite Disabilitas Daerah (KDD) Kota Surakarta, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS), Kecamatan Pasar Kliwon, Kecamatan Jebres, serta Palang Merah Indonesia Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Melalui kesempatan ini, YEU menyampaikan tujuan besar dari program ini yaitu penyandang disabilitas dapat mengembangkan sistem peringatan dini maupun rencana aksi dini yang inklusif dan responsif gender beserta durasi kegiatan program yang akan dilakukan oleh DI-LLAA, yaitu selama 3 tahun, terhitung sejak 14 Juli 2025 sampai dengan 30 Juni 2028.

Dari Ruang Dialog Menuju Komitmen Bersama untuk Kesiapsiagaan Bencana yang Inklusif

Selain untuk memperkenalkan program kepada para pemangku kepentingan, kegiatan ini juga menjadi ruang berdialog dan bertukar informasi. Para pemangku kepentingan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan kapasitas berdasarkan keahlian masing-masing, beserta tantangan, dan saran terhadap program DI-LLAA. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah data pilah yang belum menjadi satu data bersama. Hal ini juga dibenarkan oleh Unit Layanan Disabilitas, dari Komite Disabilitas Daerah, yang belum memiliki atau memperbarui data pilah orang dengan disabilitas dan kelompok berisiko. Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan kolaborasi, YEU akan melakukan pendataan dengan pelibatan disabilitas dan kelompok berisiko lainnya secara komprehensif dan kolaboratif. 

Dalam kesempatan yang sama, Misbahul Arifin, perwakilan dari Unit Layanan Disabilitas (ULD) Sukoharjo menyampaikan, “Kami siap untuk diajak berproses dalam pengembangan sistem peringatan dini yang inklusif.” Menurut mereka, sistem peringatan dini yang ada saat ini belum mudah diakses dan dipahami oleh penyandang disabilitas. Sementara itu, perwakilan Kecamatan Jebres menyampaikan juga perlunya kolaborasi yang kuat antar-instansi pemerintah seperti Dinas Sosial, BPBD, dan komunitas termasuk Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) untuk memperkuat sinergi dalam deteksi dini dan penanggulangan bencana. 

Bersama untuk Aksi yang Inklusif

YEU berkomitmen untuk menyelenggarakan program ini secara akuntabel dan transparan. Secara keseluruhan, sosialisasi ini menjadi wadah penting yang menggarisbawahi komitmen bersama untuk menggeser paradigma kesiapsiagaan bencana dari sekadar respons pascabencana menjadi aksi antisipasi yang dipimpin secara lokal, inklusif, dan didukung oleh data komprehensif serta kolaborasi lintas sektor.

Berita Terkait

Baca Juga Kisah Serupa

Danang adalah seorang warga dengan disabilitas fisik di Desa Tegalmade, ...

Di Desa Pucok Alo, Aceh Utara, kami bertemu dengan Bapak ...

Dari Program hingga Event, Semua Tercatat

Publikasi YEU menghadirkan informasi lengkap tentang perjalanan, capaian, dan kegiatan yang memperkuat ketangguhan masyarakat.