Catatan Perjalanan dan Pembelajaran: Karang Taruna Prima Gadung dalan kegiatan ADB CSO Insights & Business Opportunities Fair (BOF) di Manila 2025

Pada 15-17 September 2025, saya mendapatkan kesempatan yang sangat berharga untuk menjadi pembicara di CSO Session 3: Community-led Innovation – Cost effective and Sutainable Solutions for Resilience, Empowerment and Climate Action at the Triple Nexus+ dalam rangkaian ADB CSO Insights & Business Opportunities Fair di Manila, Filipina. 

Gambar 1. Presentasi pengalaman pemuda KT Prima Gadung dengan inovasinya Bambu Jawa Jahit Bumi

Didampingi oleh Ibu Agnes Meiria, Program Manajer YEU, saya menyampaikan pengalaman pemuda Karang Taruna Prima Gadung dalam mengelola sumber daya lokal, membangun kolaborasi lintas generasi, serta memperkuat peran pemuda dalam adaptasi iklim. Pembelajaran yang saya bagikan ialah inovasi berbasis komunitas tidak harus mahal, tetapi harus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berkelanjutan.

Pembelajaran dari Forum

Gambar 2. Banyak pembelajaran dan pengalaman dari mengikuti sesi-sesi di forum global ADB

Selama forum, saya tidak hanya membagikan cerita lokal, tetapi juga mendapatkan banyak pelajaran dari berbagai sesi. Misalnya dalam Opening Plenary Session, pembangunan yang berhasil ditentukan oleh pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan, serta prinsip akuntabilitas dan transparansi. Dalam Environmental and Social Framework (ESF) yaitu setiap pembangunan harus memperhatikan keberlanjutan, menghirmati hak masyarakat dan memberi ruang bagi kelompok adat serta rentan (berisiko). Di Parallel Session on Just Transition, ternyata bahwa transisi energi berkeadilan tidak hanya soal mengganti sumber energi, tetapi juga memperbaiki ketidakadilan sosial. Sesi lainnya yang saya refleksikan, Leveraging Civil Society Innovation to Address the Triple Planetary Crisis, solusi berbasis alam dapat menjawab krisis iklim, polusi, dan hilangnya biodiversitas, sekaligus menguatkan ekonomi lokal dan peran perempuan. Terakhir, saya juga mengikuti Roundtable on SDGs, organisasi masyarakat sipil memiliki peran ganda sebagai pelaksana sekaligus pengawas pembangunan. 

Pengalaman berdiskusi dengan aktor lokal lainnya dari Filipina, Zenith, juga memperlihatkan bahwa meskipun konteks negara berbeda, ada benang merah yang sama yaitu tantangan komunitas hanya bisa dijawab dengan solusi yang tumbuh dari masyarakat sendiri. 

Refleksi Pribadi

Gambar 3. Foto bersama mitra-mitra di forum ADB CSO Insights & BFO

Bagi saya, pengalaman ini adalah momentum berharga untuk menyuarakan inovasi pemuda desa di ruang internasional. Saya juga belajar bahwa suara komunitas lokal dapat berkontribusi dalam wacana global tentang pembangunan berkelanjutan. Selain itu, saya membawa pulang inspirasi baru dari praktik komunitas lain yang bisa memperkaya inovasi kami di Nganjir. 

Pengalaman ini juga memperkuat keyakinan saya bahwa pemuda adalah agen perubahan yang dapat nebjembatani kebutuhan lokal dengan agenda global. Dengan dukungan yang tepat, inovasi sederhana dari desa dapat menjadi bagian dari solusi dunia dalam menghadapi krisis iklim dan bencana. 

-----

Ditulis oleh: Isti Winarni

Editor dan ditulis ulang oleh: Desy Putri Ratnasari