• Sign Up
  • |
  • Login

Situation Report #1 Gunung Agung

By Admin | Selasa, 03 Oktober 2017 | 218 views

 

Laporan Situasi #1

Gunung Agung

 

 

Dukungan Tanggap Darurat Gg. Agung

Negara

Indonesia

Jenis Laporan

Laporan Situasi

Lokasi Tanggap Darurat

Kabupaten Karang Asem

Prov Bali

Nomor Laporan

#1

Laporan Dipersiapkan oleh

Sari Mutia Timur

Tanggal Pelaporan

02 Oktober  2017

 

 

Sorotan

  • Pengungsi masih tersebar di 416 titik pengungsian yang berada di 9 kabupaten dengan jumlah keseluruhan 140.867 jiwa. Data diambil pukul 18.00 WITA tanggal 2 Oktober 2017
  • Gubernur Bali memerintahkan 28 desa yang berada di radius berbahaya untuk tetap mengungsi sedangkan 51 desa di luar radius bahaya diperbolehkan untuk pulang ke rumah atau tetap tinggal di pos pengungsian
  • Gubernur menyatakan Keadaan Darurat Pengungsian dari tanggal 29 September – 12 Oktober 2017
  • Sirine sebagai alat peringatan dini telah dipasang di 6 lokasi : Polsek Selak, Plosek Rendang, Pos Polisi Tianyar, Polsek Kubu. Koramil Kota Karang Asem, Koramil Abang. Jangkauan hingga 2 km bahkan lebih

 

Kondisi Terkini

Aktivitas Gunung Agung tanggal 2 Oktober sampai pukul 24.00 WITA hari ini, telah terjadi 62 gempa vulkanik dangkal, 94 gempa vulkanik dalam, dan 6 gempa tektonik lokal. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 12 kilometer dari kawah Gunung Agung di Karangasem,Bali.
 

Pengungsi masih tinggal di tenda-tenda pengungsian yang dibangun di lapangan terbuka, untuk mengantisipasi  musim hujan agar tidak terjadi banjir atau genangan air di sekitar di tenda, masing-masing tenda dibuatkan parit kecil untuk mengalirkan air.

 

Pemerintah setempat sudah melakukan pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar kaitannya dengan logistik, layanan kesehatan dan pendidikan walaupun belum merata karena luasnya wilayah pengungsi yang tersebar di 9 kabupaten termasuk pengungsi mandiri yang tinggal dengan keluarga atau kerabat mereka. Kebutuhan kelompok rentan seperti anak, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas hingga saat ini terabaikan, ini terlihat dari data tentang kelompok rentan juga tidak selalu tersedia di beberapa pos, juga minimnya ketersediaan kebutuhan kelompok rentan seperti pakaian dalam wanita dan popok lansia serta makanan pendamping ASI rumahan. Hal ini disebabkan karena banyak pihak belum melihat kelompok rentan sebagai prioritas.

 

Saat ini Gubernur menginstruksikan kepala desa menjadi penanggung jawab pos pengungsian termasuk pos mandiri dan aparat desa di kawasan pos pengungsian juga diminta untuk mendata tempat-tempat strategis di daerahnya guna memindahkan pengungsi ke tempat yang lebih layak seperti balai dusun, wantilan pura dan juga  GOR. Pemindahan pengungsi ke tempat yang lebih layak, selain kesehatannya lebih terjamin, juga memudahkan dalam distribusi logistik dan pelayanan kesehatan serta pengelolaan dapur umum secara mandiri. Kondisi ini menimbulkan tugas yang tidak mudah bagi Kepala desa, terutama yang belum pernah mengelola pengungsian sebelumnya, dimana pada saat bersamaan dan dalam waktu singkat harus bertanggung jawab untuk memastikan kebutuhan penyintas harus terpenuhi secara jumlah dan kualitas, tapi juga harus menyajikan data dan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Di satu sisi, juga harus tetap memastikan penyintas dalam keadaan aman dan sehat. Untuk membantu memudahkan distribusi bantuan, aparat di masing-masing desa lokasi pos pengungsi mulai membuatkan kartu identitas pengungsi. Kartu identitas ini berisi informasi nama, alamat, dan nama keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini merupakan langkah antisipasi dalam penyaluran bantuan agar tepat sasaran, termasuk untuk mengambil logistik, maupun pelayanan kesehatan.

 

Di beberapa pos pengungsian masih ditemukan bantuan susu formula didistribusikan ke penyintas. Saat berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Karangasem di Posko Utama tanggal 1 Oktober 2017, hal ini sudah disampaikan. Kepala Dinas Kesehatan akan menyampaikan ini di dalam pertemuan terbatas antar klaster di hari yang sama. YEU juga menyampaikan agar persoalan keterbatasan air dan fasilitas sanitasi yang tidak layak (minim ketersediaan air dan resapan sederhana) agar dapat dibicarakan saat pertemuan terbatas sore tersebut.


Pada rapat koordinasi  Klaster Nasional Perlindungan dan Pengungsian pada tanggal 2 Oktober 2017, YEU menyampaikan pentingnya perhatian pada kelompok rentan, yang jumlahnya juga cukup banyak sehingga semua pihak terkait dan pos-pos pengungsian perlu memastikan kelompok rentan mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya. Saat ini, untuk fasilitas kamar mandi, belum semua fasilitas ada pemisahan untuk perempuan dan laki-laki, penerangan yang memadai dan kemudahan akses. Terkait dengan permakanan, belum semua pengungsian menyediakan makanan yang sesuai untuk balita dan lansia terutama dari sisi tekstur. Temuan ini akan ditindaklanjuti oleh Kementrian sosial melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Propinsi dan Kabupaten dengan melibatkan sektor terkait.

 

Kebutuhan saat ini :

  1. Shelter :  Tikar/matras, papanisasi
  2. WASH : air bersih dan MCK yang terpisah dan aksesible untuk perempuan, lansia dan difable
  3. Kebutuhan khusus kelompok rentan : popok bayi dan lansia, minyak telon dan pakaian dalam wanita
  4. Penguatan manajemen pengungsian

 

Respon YAKKUM Emergency Unit bekerjasama dengan Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG)

  1. Distribusi masker, poster inklusif/bagaimana menyiapkan hunian yang bisa diakses semua orang,poster kesiapsiagaan menghadapi bencana gunung api dan bencana sekundernya , poster PMBA//Pemberian Makanan untuk bayi dan anak  , ular tangga kesehatan dan ular tangga kesehatan mental di pos Desa Les Kabupaten Buleleng dan Pos Desa Ulakan.   
  2. Set up  Pos Pengungsian di Desa Ulakan Kabupaten Karang Asem    
  3. Mendorong adanya kebijakan distribusi susu formula di pengungsian dan adanya perhatian pada pemenuhan sarana bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai

 

Rencana ke depan

  1. Ditribusi kebutuhan kaum rentan  yaitu termos, popok lansia, pakaian dalam wanita di Pos Desa Ulakan

      2. Melanjutkan pendampingan penanganan pengungsian ke Pos Desa Ulakan

 

Jejaring dan Koordinasi

  1. Jaringan gereja MPAG ( Musyawarah Pelayanan Antar Gereja)
  2. BNPB
  3. HFI
  4. Dinas kesehatan Karangasem
  5. Klaster Nasional Perlindungan dan Pengungsian

 

Rekening Donasi:

Mandiri a.n. Yakkum Emergency Unit

No. rekening 1370005099425

Swift Code: BMRIIDJA

VIEW ALL NEWS
VIEW ALL STORIES

Our Partners