• Sign Up
  • |
  • Login

Training & Workshop The Most Significant Change dan Theory of Change

By Admin | Senin, 29 Mei 2017 | 465 views

“Apa yang teman-teman yakini tentang perubahan?”

Begitulah pertanyaan pemantik diskusi pada hari kedua “Training dan Workshop The Most Significant Change dan Theory of Change” yang diadakan pada 22-23 Mei 2017 di Disaster Oasis, Yogyakarta dan difasilitasi oleh Yayasan Satu Nama. Selama dua hari, 20 peserta workshop  diajak merefleksikan kembali pengalaman di lapangan dengan menggunakan pendekatan berbeda dalam melihat perubahan yang terjadi di masyarakat.   

Workshop hari pertama diawali dengan pemaparan interaktif tentang teori perubahan, dilanjutkan diskusi kelompok guna menganalisis komponen-komponen kunci pada program yang diampu tiap peserta workshop. Theory of change (TOC) bukanlah hal baru dalam manajemen sebuah program. Teori ini melihat perubahan sosial tidak linear, tidak bisa diukur secara rigid seperti halnya ketika menggunakan pendekatan Logical Framework Approach  (LFA). Setidaknya ada enam komponen yang penting dalam teori perubahan yakni  persoalan/masalah pada kondisi awal, perubahan/kondisi yang diharapkan, pemetaan aktor, strategi kerja, pendekatan, dan prasyarat kunci terjadinya perubahan.

Berangkat dari masalah/persoalan, TOC lebih menitikberatkan pada capaian outcome ketimbang aktifitas yang dilakukan. Pada satu sisi, fleksibilitas aktivitas mempermudah pelaksanaan program di lapangan, tapi pada sisi lain perlu komunikasi yang lebih intens dan kesamaan visi antara pihak donor, manajemen dan tim lapangan agar bisa saling memahami bagaimana program yang dirancangkan terlaksana di lapangan.

Orientasi pada outcome juga seringkali membuat perubahan-perubahan kecil—yang turut menyumbang perubahan besar—dalam masyarakat luput tercatat. Karena itu, TOC kerap disandingkan dengan The Most Significant Change (MSC) sebagai instrumen monitoring dan evaluasi yang partisipatif. MSC berguna untuk mendokumentasikan perubahan paling signifikan secara mendalam yang pada kelanjutannya dapat memperkuat outcome. Ini tentu saja diperoleh dari cerita-cerita pengalaman komunitas bukan hanya individu semata. Dengan menggunakan role-play, peserta workshop dilatih bagaimana menelusuri dan menentukan perubahan paling signifikan yang terjadi di masyarakat.  Dari 9 tahapan dalam MSC, tahap pemilihan cerita memerlukan diskusi yang cukup intens diantara pelaksana program. Cerita terpilih inipun akan ditanggapi kembali oleh komunitas dan diverifikasi.  Diskusi yang intens diantara peserta workshop membuktikan perlu adanya  kesabaran, kecermatan dan kerja sama tim  dalam menentukan perubahan yang paling signifikan. Selain tim yang solid, partisipasi komunitas/masyarakat sangat penting agar MSC berhasil.

Tidak ada pendekatan yang bisa berdiri sendiri. Kolaborasi teori—di samping sikap rendah hati dan upaya terus menerus untuk belajar dari kegagalan—diperlukan sehingga pekerja sosial bukan sekedar menjadi pelaksana program tapi bisa menjadi inspirasi bagi komunitasnya. 

VIEW ALL NEWS
VIEW ALL STORIES

Our Partners